www.indo-industry.com
20
'26
Written on Modified on
Pertamina tingkatkan produksi energi terbarukan untuk ketahanan listrik
Diversifikasi pembangkit berbasis EBT dan program desa energi mendukung pasokan listrik nasional di tengah volatilitas energi global.
pertamina.com

Sektor kelistrikan, energi terbarukan, dan infrastruktur energi nasional menghadapi tekanan dari volatilitas harga dan ketidakpastian pasokan global. Dalam konteks ini, PT Pertamina (Persero) terus meningkatkan produksi energi baru terbarukan (EBT) untuk memperkuat ketahanan energi dan menjaga keandalan pasokan listrik nasional.
Sejalan dengan percepatan transisi energi yang dicanangkan oleh Prabowo Subianto, penguatan bauran energi menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil serta menekan risiko akibat fluktuasi pasar global.
Hingga 2025, produksi listrik bersih Pertamina mencapai 8.743 GWh, yang dihasilkan dari pembangkit dengan total kapasitas terpasang sekitar 3,1 GW. Produksi ini merupakan bagian dari pengembangan portofolio energi rendah karbon yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan listrik nasional secara berkelanjutan.
Diversifikasi pembangkit energi terbarukan
Pengembangan EBT dilakukan melalui berbagai jenis pembangkit yang disesuaikan dengan sumber daya yang tersedia dan kebutuhan sistem kelistrikan. Portofolio pembangkit meliputi:
- Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg): kapasitas 2,4 MW untuk pemanfaatan limbah organik sebagai sumber energi
- Gas to power: kapasitas 1.772 MW sebagai solusi transisi berbasis gas untuk mendukung stabilitas pasokan
- Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS): kapasitas 55,3 MW untuk produksi listrik berbasis energi matahari
- Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP): kapasitas 727 MW sebagai sumber energi baseload rendah emisi
Kombinasi ini memungkinkan fleksibilitas dalam sistem kelistrikan sekaligus meningkatkan kontribusi energi bersih dalam bauran nasional.
Penguatan ketahanan energi melalui pendekatan terintegrasi
Menurut Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, pengembangan EBT menjadi bagian dari strategi untuk menghadapi dinamika energi global sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan listrik. Diversifikasi energi juga berfungsi sebagai mitigasi risiko terhadap ketergantungan pada bahan bakar fosil yang sensitif terhadap perubahan harga dan gangguan pasokan.
Pendekatan ini mencerminkan pergeseran dari sistem energi berbasis sumber tunggal menuju sistem yang lebih resilien dan terdistribusi.
Implementasi hingga tingkat masyarakat
Selain pengembangan skala industri, Pertamina juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan di tingkat lokal melalui program Desa Energi Berdikari (DEB). Hingga saat ini, sebanyak 252 desa telah mengadopsi solusi energi seperti panel surya, mikrohidro, dan biogas.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian energi masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap sumber energi bersih di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau infrastruktur listrik konvensional.
Kontribusi terhadap transisi energi nasional
Pengembangan EBT oleh Pertamina mendukung target Net Zero Emission 2060 serta sejalan dengan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) yang diterapkan dalam operasional perusahaan. Selain itu, inisiatif ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek energi bersih dan berkelanjutan.
Dengan kombinasi peningkatan kapasitas pembangkit, diversifikasi sumber energi, dan implementasi di tingkat masyarakat, pengembangan EBT menjadi elemen kunci dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional di tengah dinamika energi global.
Diedit oleh Natania Lyngdoh, Editor Induportals — Diadaptasi oleh AI.
www.pertamina.com
Penguatan ketahanan energi melalui pendekatan terintegrasi
Menurut Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, pengembangan EBT menjadi bagian dari strategi untuk menghadapi dinamika energi global sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan listrik. Diversifikasi energi juga berfungsi sebagai mitigasi risiko terhadap ketergantungan pada bahan bakar fosil yang sensitif terhadap perubahan harga dan gangguan pasokan.
Pendekatan ini mencerminkan pergeseran dari sistem energi berbasis sumber tunggal menuju sistem yang lebih resilien dan terdistribusi.
Implementasi hingga tingkat masyarakat
Selain pengembangan skala industri, Pertamina juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan di tingkat lokal melalui program Desa Energi Berdikari (DEB). Hingga saat ini, sebanyak 252 desa telah mengadopsi solusi energi seperti panel surya, mikrohidro, dan biogas.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian energi masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap sumber energi bersih di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau infrastruktur listrik konvensional.
Kontribusi terhadap transisi energi nasional
Pengembangan EBT oleh Pertamina mendukung target Net Zero Emission 2060 serta sejalan dengan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) yang diterapkan dalam operasional perusahaan. Selain itu, inisiatif ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek energi bersih dan berkelanjutan.
Dengan kombinasi peningkatan kapasitas pembangkit, diversifikasi sumber energi, dan implementasi di tingkat masyarakat, pengembangan EBT menjadi elemen kunci dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional di tengah dinamika energi global.
Diedit oleh Natania Lyngdoh, Editor Induportals — Diadaptasi oleh AI.
www.pertamina.com

