www.indo-industry.com
15
'26
Written on Modified on
Telkom dan PGN Bermitra untuk Membangun Pusat Data Ramah Lingkungan yang Berkelanjutan
Telkom and PGN are integrating digital infrastructure with low-carbon biomethane energy to accelerate national digital sovereignty and support sustainable green data center operations across Indonesia.
pertamina.com

Persaingan regional untuk dominasi infrastruktur digital kini tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan pemrosesan data, melainkan semakin bergantung pada kedaulatan energi dan efisiensi karbon. Dengan mengintegrasikan ekosistem digital Telkom Indonesia dan pasokan energi rendah karbon dari PGN, kedua perusahaan milik negara ini membangun keunggulan kompetitif yang membedakan fasilitas pusat data Indonesia dengan fasilitas tradisional yang bergantung pada bahan bakar fosil di Asia Tenggara. Peralihan strategis menuju biometana — yang bersumber dari limbah minyak kelapa sawit — memposisikan infrastruktur Telkom sebagai pelopor dalam pasar "green AI-ready", yang menawarkan alternatif berkelanjutan untuk memenuhi persyaratan ESG yang ketat dari klien korporasi global.
Sinergi Strategis untuk Infrastruktur Hijau
Pada 10 April 2025, Telkom dan PGN meresmikan Nota Kesepahaman untuk menyatukan infrastruktur digital dengan solusi energi berkelanjutan. Kolaborasi ini menjawab tantangan utama pusat data modern, yaitu kebutuhan akan pasokan daya yang masif, andal, dan rendah emisi. Di saat kompetitor seringkali bergantung pada jaringan listrik standar atau kompensasi karbon tradisional, kemitraan ini berfokus pada hubungan langsung antara sumber energi dan infrastruktur. Telkom memanfaatkan unit pusat datanya, NeutraDC, sebagai kendaraan utama dalam transisi ini, sementara PGN bertransformasi dari penyedia gas konvensional menjadi penyedia energi terbarukan dengan memanfaatkan jaringan pipa eksisting di Cikarang, Batam, Serpong, Sentul, dan Surabaya untuk menyalurkan biometana.
Biometana sebagai Pembeda Kompetitif
Inti teknis dari kemitraan ini terletak pada pemanfaatan biometana yang berasal dari limbah organik di Sumatra. Langkah ini memberikan keuntungan signifikan dibandingkan kompetitor regional dengan mengamankan sumber energi terbarukan domestik yang mengurangi ketergantungan pada pasar energi global yang volatil. Bagi Telkom, hal ini menjamin stabilitas operasional pusat data generasi berikutnya yang dirancang untuk mendukung beban kerja AI densitas tinggi. Dengan menciptakan sistem tertutup — mulai dari pasokan energi di hulu hingga layanan digital di hilir — kolaborasi ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat digital regional yang mampu menampung raksasa teknologi global yang memprioritaskan netralitas karbon.
Ekspansi Global dan Penempatan Pasar
Strategi ini meluas melampaui batas domestik melalui pendekatan jalur ganda yang melibatkan sinergi lokal dan kerja sama internasional. Telkom melengkapi kemitraannya dengan PGN melalui aliansi global bersama Sembcorp Development Ltd yang berfokus pada eksplorasi platform rendah karbon terintegrasi. Model hibrida ini memungkinkan Telkom untuk menskalakan konsep "pusat data hijau" secara global sambil tetap mempertahankan fondasi domestik yang kuat. Dengan mengendalikan rantai nilai dari ujung ke ujung — termasuk pasokan energi di hulu dan skenario penggunaan komersial di hilir — Telkom dan PGN tidak sekadar membangun fasilitas, melainkan mengembangkan ekosistem berkelanjutan yang dapat diskalakan dan menetapkan standar baru bagi kedaulatan digital serta tanggung jawab lingkungan di pasar regional.
Diedit oleh Evgeny Churilov, Induportals Media-Diadaptasi oleh AI.
www.pertamina.com

