www.indo-industry.com
Mitsubishi Electric Indonesia

Industri Manufaktur pada Kondisi “New Normal”

Menjaga jarak antar sesama, melindungi semua karyawan anda, memulai kembali proses operasional dan mesin, mengejar kekosongan pada rantai pasokan. Sama halnya dengan masyarakat secara keseluruhan, Industri manufaktur juga mengalami banyak tantangan tambahan yang tidak mereka harapkan, dan yang terlebih lagi adalah dalam menghadapi tantangan pada pengurangan anggaran. Jadi bagaimana anda mengarahkan kondisi “New Normal” di Industri Manufaktur?


"Saat ini Industri manufaktur sedang mencoba beradaptasi dengan perubahan kondisi, terutama didalam dua aspek utama," kata Hajime Sugiyama, Industrial IoT Evangelist of Factory Automations Systems Group, Mitsubishi Electric Corporation. "Misalnya, bagaimana anda menerapkan pembatasan jarak antar karyawan di dalam pabrik?"


Industri Manufaktur pada Kondisi “New Normal”

Sebagai langkah awal yang mudah untuk dilakukan dalam menerapkan pembatasan jarak di pabrik, maka setiap individu dapat menggunakan pelindung wajah dan masker.

Ada beberapa pertanyaan yang sangat menarik, dimana dalam penerapan pembatasan jarak, ternyata lebih banyak orang yang hanya melakukan perubahan didalam sebuah aturan semata, tanpa mempertimbangkan secara matang pada awal penyusunan sebuah aturan baru. Dimulai dengan individu, kita semua dapat membayangkan seseorang yang menggunakan pelindung wajah dan masker, dan memang sudah banyak industri yang mengharuskan menggunakan APD (Alat Perlindungan Pribadi) semacam itu, tetapi hal ini didorong dari sudut pandang didalam menerapkan standard kebersihan dan lingkungan yang higienis, khususnya untuk industri yang memproduksi produk seperti makanan dan minuman, obat-obatan atau bahkan elektronik dan semikonduktor yang sensitif. Namun, APD tersebut belum tentu diperlukan dan digunakan untuk semua industri yang ada. Misalnya, di lingkungan yang panas atau lembab, tindakan memakai masker sebenarnya dapat meningkatkan risiko kelelahan karena panas, sehingga harus dilakukan pemahaman secara menyeluruh di dalam lingkungan pekerja. Contoh lain, misalnya beberapa manajer pabrik sedang mempertimbangkan untuk menggunakan pembatas partisi di antara pekerja, tetapi ini juga bukan menjadi solusi yang tepat karena dapat berpotensi terjadinya masalah keterbatasan ruang gerak seperti ketika harus melakukan tindakan cepat ke perangkat darurat (E-STOP) di situasi darurat ataupun didalam melakukan tindakan pada perangkat pelaporan / perangkat pengendalian mesin…… Selain tantangan pembatasan ruang gerak, tantangan visibilitas juga dapat menjadi tantangan lain akibat penggunaan partisi dalam penerapan pembatasan jarak.

Mengacu pada tantangan individu tersebut, Sugiyama mengatakan, "Banyak industri manufaktur yang menerapkan jaga jarak antar pekerja melalui pembagian jadwal kerja secara bergiliran. Untuk itu, anda perlu memperhatikan untuk membagi pekerjaan secara bergiliran pula, sehingga akan ada sedikit orang yang bekerja di saat yang bersamaan untuk mencegah situasi pandemi di dalam pabrik. Tetapi hal ini akan menghadirkan serangkaian tantangan baru lagi."

Ketika manajer pabrik menerapkan pembagian jadwal kerja secara bergiliran, maka pabrik akan mendapatkan redudansi operasional di dalamnya. Karena apabila kelompok pekerja pada jadwal pertama mengalami kasus infeksi dan harus diberhentikan sementara waktu, maka kelompok pekerja dengan jadwal selanjutnya dapat melanjutkan operasional seperti biasanya setelah terlebih dahulu dilakukan sterilisasi pabrik secara menyeluruh. Namun hal ini memiliki konsekuensi bahwa, apabila hanya ada sedikit orang yang bekerja maka akan ada kemungkinan penurunan produktivitas di dalam pabrik. Jadi bagaimana anda menanggapi hal itu?


Industri Manufaktur pada Kondisi “New Normal”

"Banyak industri manufaktur yang menerapkan jaga jarak antar pekerja melalui pembagian jadwal kerja secara bergiliran.” jelas Hajime Sugiyama, Industrial IoT Evangelist of Factory Automations Systems Group, Mitsubishi Electric Corporation.


Biarkan Co-bot anda mengatasinya
"Membangun solusi otomatisasi yang luas membutuhkan banyak waktu, anggaran, dan perencanaan," kata Sugiyama, "dan saat ini, industri manufaktur ingin memulainya secara cepat dan fleksibel, yang sepertinya hal tersebut sulit untuk dilakukan".

Jadi apa alternatifnya? Salah satu solusi yang memungkinkan adalah memperbanyak penggunaan robot kolaboratif berbasis industri seperti "Assista". Perangkat "ringan" ini dapat dengan cepat digunakan, aman dalam berinteraksi dengan manusia, dan sangat fleksibel sehingga dapat dengan cepat dan mudah dilatih untuk melakukan berbagai tugas. Oleh karenanya, anda tidak perlu harus memiliki keahlian robotika yang luas. Dan mungkin yang menjadi faktor penentu utama dari penggunaan robot kolaboratif secara keseluruhan yaitu adanya penghematan biaya. Meningkatkan solusi co-bot lebih lanjut dengan menggunakan perangkat lunak AI dengan solusi seperti e-F@ctory Alliance Realtime Robotics, maka dapat mengurangi beban pemrograman lebih jauh dan dapat beradaptasi secara langsung sehingga robot dapat diarahkan secara dinamis di sekitar rintangan seperti manusia, robot lain, dan lainnya.
 


Industri Manufaktur pada Kondisi “New Normal”
Beberapa manajer pabrik sedang mempertimbangkan untuk menggunakan pembatas partisi di antara pekerja, tetapi ini bukan solusi yang tepat karena mungkin akan ada keterbatasan operasional (kiri). Salah satu solusi yang memungkinkan adalah memperbanyak penggunaan robot kolaboratif industri seperti "Assista" (kanan).


"Dapat dipastikan bahwa dengan hanya dengan mengimplementasikan satu solusi saja maka tidak dapat mengatasi semua tantangan yang ada, oleh karenanya dibutuhkan pula kesadaran dan komitmen dari semua pekerja dan didukung oleh peralatan dan perlengkapan untuk mendapatkan solusi di dalam Norma Baru (New Normal). Dan juga solusi akses jarak jauh untuk monitor dan kontrol (Remote Access), dapat menjadi tambahan solusi yang layak untuk dipertimbangkan.” kata Sugiyama.

Solusi penggunaan akses jarak jauh dapat digunakan tidak hanya untuk mereka yang bekerja di rumah saja.
Kembali ke total operasional dengan memulai kembali proses produksi seringkali menimbulkan masalah baru yang tidak terlihat sebelumnya, dan menimbulkan mimpi buruk oleh karena perawatan mesin yang tidak seimbang. Penggunaan akses jarak jauh dapat menjadi solusi utama dari masalah tersebut, akan tetapi apabila perangkat yang digunakan tidak mampu mendukung dengan baik maka kita tidak akan mendapatkan manfaat yang diharapkan karena adanya keterbatasan dari jumlah informasi yang dihasilkan. Namun jika anda menggunakan perangkat otomatisasi dengan teknologi yang cerdas yang dapat melakukan pembelajaran sendiri dan mampu melakukan diagnosa secara keseluruhan, maka tantangan untuk melakukan perawatan mesin yang seimbang dapat dilakukan dengan cepat. Namun apakah anda sudah menggunakan perangkat otomatisasi dengan teknologi yang cerdas tersebut?

“Walaupun pada saat suatu produk memiliki dasar kinerja atau fungsi yang hampir sama, maka akan keliru apabila anda berpikir bahwa semua produk tersebut adalah identik, contohnya bahwa tidak selalu benar apabila anda mengatakan semua produk penggerak adalah sama/identik,” kata Sugiyama.

Sebagai contoh, misalnya para pengguna Inverter dari Mitsubishi Electric tentu sudah akrab dengan fitur sederhana dari produk Inverter yaitu memiliki 3-wire fan, dan ternyata saat ini terlihat menjadi fitur yang penting.
Karena fitur ini memiliki kemampuan untuk dapat mendiagnosa kondisi yang terjadi pada kipas pendingin tersebut, sehingga dapat membantu memperpanjang waktu pemakaian dari Inverter. Produk Inverter dari Mitsubishi Electric saat ini sudah dilengkapi dengan sensor khusus pada papan sirkuit yang dapat mendeteksi kerusakan akibat adanya korosif ataupun adanya pencemaran udara yang terjadi pada lingkungan sekitar, dan ini dapat menjadi fitur pelengkap yang memberikan diagnosa perawatan mesin yang handal apabila kita dapat menggabungkan sistem komunikasi dan kecerdasan buatan melalui perangkat Inverter dan perangkat lunak.

Sugiyama menjelaskan, "kemajuan teknologi yang canggih pada suatu produk tidak terbatas hanya pada 'fungsi eksternal' dari perangkat itu saja, Namun juga diperlukan fungsi untuk mengatur bagaimana menjaga ketahanan produk tersebut dalam melakukan operasionalnya, itulah mengapa perawatan mesin dan kinerja produk harus diperhatikan – namun kemajuan teknologi yang dimaksud tidak hanya mengenai kondisi fisik dari produk tersebut, tetapi juga harus didukung oleh adanya teknologi canggih yang memungkinkan produk tersebut dapat diakses oleh bagian maintenance melalui jarak jauh (Remote Access). "

IIoT, Industri 4.0, atau istilah lainnya dalam revolusi industri telah diperbincangkan selama bertahun-tahun, dan inti dari semuanya adalah mengenai proses komunikasi, ekstraksi data dan juga analisa data. Seringkali pada saat manajer pabrik mempertimbangkan untuk mengimplementasikan solusi akses jarak jauh, mereka merenungkan bagaimana cara menggunakan sistem SCADA yang besar dan luas dan juga menggabungkan semua perlengkapan yang terkait. Memang benar bahwa sistem komprehensif ini sangat baik untuk menangkap, mengumpulkan, menganalisa dan juga meninjau sejumlah data besar, akan tetapi seperti yang disampaikan sebelumnya mereka perlu meluangkan waktu yang cukup lama dalam perencanaan dan penginstalan semua perangkat dengan benar. Adapun solusi akses jarak jauh yang paling cepat yang dapat diimplementasikan secara langsung adalah dengan menghubungkan perangkat HMI yang berada di lini produksi langsung ke tampilan pada layar monitor data. Atau bisa juga dilakukan dengan mengakses data melalui perangkat wireless sebagai tren yang lebih baru dengan memanfaatkan Edge Controllers.

Jadi apa arti dari kondisi “New Normal” dalam Norma Baru?

Sugiyama meringkasnya bahwa "Pendekatan solusi praktis adalah hal yang sangat penting. Terkadang jawaban dari solusi tersebut hanya dengan menggunakan layar partisi, dan ada pula jawaban lain yang mungkin benar adalah dengan penggunaan co-bot, namun hal utama yang harus diperhatikan adalah fleksibilitas, skalabilitas dan hasil yang ingin dicapai. Jadi mungkin yang dimaksud dengan norma baru (New Normal) adalah untuk mengingatkan kita dalam mengidentifikasikan hal penting apa yang sebenarnya kita butuhkan terlebih dahulu."

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai IoT industry, dapat diakses melalui video Webinar di channel FA Mitsubishi Electric:
“Latest Industry IoT trends for everybody”
https://www.youtube.com/watch?v=XxvXqpUZsjY&list=PLz5P-EyPEYH1uKbSRl219l6_ogJp1u82O

  Ask For More Information…

LinkedIn
Pinterest

Related Articles

Mitsubishi Electric Indonesia
PT Mitsubishi Electric Indonesia hadir pada Virtual Expo - Manufacturing Indonesia Series 2021
  • Automation
  • Process
  • Horizontal
  • Mechanics Drives
  • Handling
  • Food Processing
  • Electric Installator
  • Oilfield & gas
  • Steel Process
  • Aquaculture
  • Automotive Manufacturing
  • Electronic Manufacturing
  • Industrial Communications
  • Maintenance
  • Robotics
  • MES and manufacturing management
Softing Industrial Automation GmbH
Kesiapan pabrik yang tinggi dan integrasi PROFIBUS yang disederhanakan untuk kendalikan proses
  • Automation
  • Process
  • Horizontal
  • Electric Installator
  • Industrial Communications
Softing Industrial Automation GmbH
A collaborative approach to expanding oilfield automation
  • Automation
  • Process
  • Horizontal
  • Electric Installator
  • Oilfield & gas
  • Industrial Communications
  • Maintenance
  • IT
  • Industry 4.0

Join the 15,000+ IMP followers