www.indo-industry.com

Penerapan Sistem Pengumpulan Ongkos Otomatis Untuk Jakarta Rapid Transit

Hitachi Rail dan Sumitomo Corporation berkolaborasi untuk menerapkan solusi tiket berbasis akun untuk jaringan mass rapid transit Jakarta.

  www.hitachirail.com
Penerapan Sistem Pengumpulan Ongkos Otomatis Untuk Jakarta Rapid Transit

Hitachi Rail dan Sumitomo Corporation berkolaborasi untuk menerapkan sistem Pengumpulan Ongkos Otomatis (AFC) CP207 untuk proyek Jalur Utara-Selatan Fase 2A PT Mass Rapid Transit Jakarta. Kerja sama ini bertujuan untuk menerapkan solusi tiket berbasis akun (account-based ticketing) yang dirancang untuk mendukung metode pembayaran yang dapat dioperasikan secara lintas sistem di seluruh jaringan kereta perkotaan. Penerapan ini menargetkan sektor transportasi perkotaan, guna menjawab tantangan operasional dalam memproses transaksi komuter bervolume tinggi sembari mempertahankan kompatibilitas sistem di berbagai fase transit kota yang berbeda. Dukungan finansial untuk proyek infrastruktur ini disediakan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA), dengan OCG-JPCN bertindak sebagai konsultan teknis.

Solusi Teknis dan Tanggung Jawab Integrasi
Sumitomo Corporation dan Hitachi Rail bertindak bersama untuk melaksanakan kontrak yang diberikan pada Juni 2026. Dalam kerangka kerja ini, Hitachi Rail berperan sebagai integrator sistem dan penyedia solusi yang bertanggung jawab atas desain, pengadaan, pengujian, dan komisioning infrastruktur pengumpulan ongkos otomatis dari ujung ke ujung (end-to-end). Arsitektur teknisnya memanfaatkan kerangka kerja tiket berbasis akun yang mengalihkan penghitungan tarif dan pemrosesan transaksi dari perangkat stasiun lokal ke sistem kantor pusat (back-office) yang terpusat. Konfigurasi ini memungkinkan infrastruktur pengumpulan ongkos untuk terhubung secara langsung dengan gerbang pembayaran eksternal dan JakLingko, platform transportasi umum terintegrasi di Jakarta.

Penerapan Jaringan dan Infrastruktur Warisan
Fase penerapan fisik mencakup instalasi arsitektur perangkat keras dan perangkat lunak di tujuh stasiun baru sepanjang Jalur Utara-Selatan Fase 2. Untuk memastikan standardisasi di seluruh jaringan, Hitachi Rail juga ditugaskan untuk mengembangkan antarmuka sistem dan pembaruan perangkat lunak untuk tiga belas stasiun yang telah dibangun selama Fase 1. Proses integrasi ini memastikan bahwa sistem kantor pusat yang terpusat dapat menangani aliran data secara bersamaan (concurrent) dan menyinkronkan protokol transaksi antara perangkat keras Fase 1 yang sudah ada dan peralatan Fase 2 yang baru dipasang.

Dampak Operasional dan Integrasi Pembayaran
Implementasi sistem berbasis akun yang terpusat memungkinkan operator transit untuk memproses transaksi secara digital tanpa bergantung secara eksklusif pada kartu pintar sistem tertutup (closed-loop smart cards). Dengan memusatkan logika penentuan tarif, otoritas transit mendapatkan kapasitas teknis untuk memperbarui struktur tarif dan mengintegrasikan penyedia pembayaran baru tanpa harus mengonfigurasi ulang gerbang stasiun satu per satu.

"Sistem pengumpulan ongkos otomatis ini akan meletakkan fondasi bagi ekosistem Mobility-as-a-Service (MaaS) yang terintegrasi penuh di seluruh kota," kata Yves Baumgartner, Vice President of Revenue Collections Systems di Hitachi Rail.

Diedit oleh seorang jurnalis industri, Lekshman Ramdas, dengan bantuan AI.

www.hitachirail.com

  Ask For More Information…

LinkedIn
Pinterest

Join the 155,000+ IMP followers