www.indo-industry.com
06
'26
Written on Modified on
Pengeboran Pertamina Amankan Kontrak Jack Up Rig untuk Mako Gas
Kerja sama ini berfokus pada pengembangan reservoir gas dangkal lapangan Mako, yang diharapkan dapat mengirimkan sekitar 120 juta kaki kubik standar gas setiap hari setelah beroperasi.
pertamina.com

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), yang beroperasi melalui Konsorsium PDSI–ADES, telah memperoleh kontrak penyediaan layanan jack-up drilling rig untuk Lapangan Gas Mako. Dikelola oleh West Natuna Exploration Limited (WNEL), proyek ini berfokus pada pengembangan infrastruktur di Laut Natuna guna menstabilkan dan meningkatkan output energi regional.
Konteks Kerja Sama
Lapangan Gas Mako terletak di lepas pantai Provinsi Kepulauan Riau, dengan karakteristik kedalaman laut sekitar 80 meter. Kerja sama antara Konsorsium PDSI–ADES dan WNEL menjawab kompleksitas teknis dalam ekstraksi cadangan gas perairan dangkal di zona maritim yang strategis secara signifikan.
Sebagai kontraktor pengeboran utama, Pertamina Drilling menyediakan alat berat dan personel teknis yang diperlukan untuk konstruksi sumur. WNEL, bertindak sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), mengawasi evaluasi geologi lapangan dan strategi produksi jangka panjang. Kemitraan ini mengintegrasikan keahlian pengeboran lokal dengan standar eksplorasi internasional untuk memitigasi tantangan penurunan produksi alami pada cekungan yang sudah matang.
Solusi Teknis dan Implementasi
Inti teknis dari perjanjian ini melibatkan pengerahan jack-up rig dengan spesifikasi tinggi yang dirancang untuk operasional stabil pada batimetri spesifik di Laut Natuna. Rig tersebut berfungsi sebagai unit pengeboran lepas pantai seluler (MODU) yang berdiri di dasar laut untuk menyediakan platform stabil bagi aktivitas pengeboran bertekanan tinggi.
Pembagian tanggung jawab ditetapkan sebagai berikut:
- Konsorsium PDSI–ADES: Bertanggung jawab atas mobilisasi rig, pemeliharaan protokol keselamatan (HSE), dan eksekusi fase pengeboran.
- West Natuna Exploration Limited: Mengelola integrasi sumur ke dalam infrastruktur digital Wilayah Kerja Duyung yang lebih luas dan memastikan keselarasan dengan jadwal pengiriman gas nasional.
Kasus Penggunaan dan Dampak Operasional
Aplikasi utama dari kerja sama ini adalah pengembangan reservoir gas dangkal di Lapangan Mako. Setelah beroperasi, lapangan ini diperkirakan mampu memproduksi sekitar 120 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
Implementasi teknologi jack-up yang andal sangat penting untuk menjaga stabilitas proses dan memastikan bahwa proses ekstraksi memenuhi standar lingkungan dan keselamatan tertentu. Dengan mengamankan aset pengeboran khusus, para mitra bertujuan untuk merampingkan transisi dari eksplorasi ke produksi aktif, menyediakan bahan baku yang konsisten untuk pasar energi domestik dan proses otomasi industri yang bergantung pada pasokan gas yang stabil.
Hasil yang Diharapkan
Proyek ini diposisikan sebagai komponen kritis dalam strategi energi nasional Indonesia. Target terukur mencakup pencapaian puncak produksi sebesar 120 MMSCFD untuk mendukung konsumsi domestik. Selain volume, kerja sama ini memanfaatkan antarmuka pengeboran standar untuk memastikan proyek tetap sesuai jadwal, sehingga mengoptimalkan pengembalian investasi pada infrastruktur bawah laut dan memperkuat keandalan jaringan gas nasional.
Diedit oleh Evgeny Churilov, Induportals Media-Diadaptasi oleh AI.
www.pertamina.com
Aplikasi utama dari kerja sama ini adalah pengembangan reservoir gas dangkal di Lapangan Mako. Setelah beroperasi, lapangan ini diperkirakan mampu memproduksi sekitar 120 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
Implementasi teknologi jack-up yang andal sangat penting untuk menjaga stabilitas proses dan memastikan bahwa proses ekstraksi memenuhi standar lingkungan dan keselamatan tertentu. Dengan mengamankan aset pengeboran khusus, para mitra bertujuan untuk merampingkan transisi dari eksplorasi ke produksi aktif, menyediakan bahan baku yang konsisten untuk pasar energi domestik dan proses otomasi industri yang bergantung pada pasokan gas yang stabil.
Hasil yang Diharapkan
Proyek ini diposisikan sebagai komponen kritis dalam strategi energi nasional Indonesia. Target terukur mencakup pencapaian puncak produksi sebesar 120 MMSCFD untuk mendukung konsumsi domestik. Selain volume, kerja sama ini memanfaatkan antarmuka pengeboran standar untuk memastikan proyek tetap sesuai jadwal, sehingga mengoptimalkan pengembalian investasi pada infrastruktur bawah laut dan memperkuat keandalan jaringan gas nasional.
Diedit oleh Evgeny Churilov, Induportals Media-Diadaptasi oleh AI.
www.pertamina.com

