www.indo-industry.com

Sistem Proteksi Petir di Kilang Minyak

PT Kilang Pertamina Internasional Unit Plaju mengelola sistem proteksi petir terintegrasi untuk menjaga keandalan operasional dan keselamatan fasilitas energi berisiko tinggi.

  pertamina.com
Sistem Proteksi Petir di Kilang Minyak

Sebagai salah satu kilang tertua di Indonesia, PT Kilang Pertamina Internasional Unit Plaju berperan penting dalam mendukung pasokan energi bagi Sumatra Bagian Selatan dan jaringan energi nasional. Dengan karakteristik operasi berkelanjutan dan lingkungan kerja berisiko tinggi, pengelolaan keselamatan dan keandalan infrastruktur menjadi aspek teknis yang krusial dalam operasional kilang.

Salah satu risiko eksternal yang perlu dikendalikan secara sistematis adalah gangguan akibat petir. Pada fasilitas migas, sambaran petir dapat memicu lonjakan tegangan, kerusakan peralatan listrik dan instrumentasi, serta meningkatkan potensi insiden keselamatan. Oleh karena itu, Kilang Plaju menerapkan Lightning Protection System (LPS) sebagai bagian dari sistem pengamanan operasional berbasis pencegahan risiko.

Arsitektur dan cakupan Lightning Protection System
Lightning Protection System di Kilang Plaju dirancang untuk melindungi berbagai aset kritikal kilang, termasuk tangki penyimpanan, sistem Automatic Tank Gauging (ATG), instalasi kelistrikan, serta ruang kendali operasional. Saat ini, sistem tersebut mencakup ratusan titik proteksi yang terdiri dari 242 unit proteksi internal, 141 menara proteksi petir eksternal, serta 64 unit sistem proteksi tipe EMT.

Selain itu, sistem pendukung seperti Retractable Grounding Assembly dan proteksi grounding di area dermaga diterapkan untuk memastikan jalur pembuangan arus petir ke tanah berlangsung aman dan terkendali. Konfigurasi ini dirancang untuk mengurangi risiko lonjakan arus yang dapat merusak peralatan sensitif dan mengganggu proses produksi.

Pengelolaan berbasis inspeksi dan pemeliharaan berkelanjutan
Pengelolaan Lightning Protection System di Kilang Plaju telah diinisiasi sejak Februari 2022 dan dioperasikan secara berkelanjutan hingga saat ini. Sistem ini tidak hanya dipasang sebagai infrastruktur pasif, tetapi dikelola melalui inspeksi rutin, pemeliharaan terjadwal, serta tindak lanjut perbaikan berdasarkan hasil evaluasi teknis.

Pendekatan ini memungkinkan identifikasi dini terhadap potensi ketidaksesuaian, seperti degradasi komponen grounding atau penurunan kinerja sistem proteksi. Dengan demikian, fungsi LPS dapat dipertahankan secara optimal dalam mendukung stabilitas operasional kilang dan meminimalkan risiko gangguan akibat faktor alam.

Keterkaitan dengan sistem keselamatan kerja
Pengelolaan LPS di Kilang Plaju juga terintegrasi dengan penerapan Corporate Life Saving Rules (CLSR), yang menekankan pengendalian risiko terhadap peralatan dan sistem berenergi. CLSR menjadi kerangka kerja keselamatan yang mendorong kepatuhan terhadap prosedur teknis, khususnya dalam pengelolaan sistem listrik dan proteksi.

Melalui integrasi antara infrastruktur proteksi petir, prosedur inspeksi teknis, dan budaya keselamatan kerja, Kilang Plaju membangun pendekatan sistematis dalam menjaga keandalan fasilitas migas beroperasi terus-menerus. Pendekatan ini mendukung tujuan jangka panjang kilang dalam menghadirkan operasi yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi sektor energi nasional.

www.pertamina.com

  Ask For More Information…

LinkedIn
Pinterest

Join the 155,000+ IMP followers